Guru Huria adalah satu dari empat tahbisan penuh waktu di Gereja HKBP. Bersama dengan Pendeta, Bibelvrouw, dan Diakones, Guru Huria HKBP adalah pelayan penuh waktu (fulltimer) yang penempatannya — baik di jemaat maupun lembaga dan perkantoran — diatur oleh Kantor Pusat HKBP dalam hal ini Biro Personalia.
Dalam Bahasa Indonesia, Guru Huria dapat dikenal sebagai Guru Jemaat, serta Ecclesiastical Teacher dalam penggunaan. Bahasa Inggris.
Tugas pelayanan yang diembankan kepada Guru Huria tidaklah jauh berbeda dengan tugas pelayanan tohonan lain — utamanya Pendeta di HKBP.
Bahkan jika mengutip Poda Tohonan yang tertera dalam Agenda HKBP, Guru Huria adalah teman sepelayanan Pendeta atau bisa disebut dengan istilah partner dalam Bahasa Inggris.
Mengutip Poda Tohonan dari Guru Huria sendiri — yang pada poin pertama menyatakan Guru Huria sebagai dongan ni Pandita atau rekan sekerja pendeta — ada 5 (lima) hal yang diamanatkan kepada Guru Huria saat menerima tahbisan, yakni:
- Bersama dengan Pendeta, memimpin dan menggembalakan jemaat HKBP yang disampaikan kepada mereka. Bersama dengan pendeta, mengkhotbahkan Firman Hidup yang tertulis dalam Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
- Mengerahkan segala kekuatan untuk menggembalakan jemaat dari berbagai usia, golongan, kemampuan dan status, juga menghibur orang yang menderita menopang para janda dan duda serta yatim dan/atau piatu.
- Menghadirkan Firman Allah dan Kabar Baik di tengah-tengah orang yang belum percaya dan yang masih menjauh dari Firman Allah dan GerejaNya.
- Mengajarkan Firman Allah dan pelajaran sekolah kepada anak-anak sebagaimana seorang guru di sekolah yang mengajar murid-muridnya.
- Menunjukkan perangai dan sikap yang baik di hadapan Allah dan di hadapan manusia. Menjadi teladan di dalam kehidupan juga menghidupi segala pesan dan amanat yang telah disampaikan dengan sepenuh hati menurut Firman Allah yang murni.
0 Komentar
Silakan beri komentar berisi saran, kritik maupun pertanyaan.