Pada 8 Agustus 2026, bertempat di Gedung Raja Pontas, Pearaja, kami menerima pembekalan dari yang terhormat, kelima Pimpinan HKBP. Pembekalan ini merupakan bagian penting dari persiapan penahbisan, di mana sebelumnya pada hari yang sama kami telah mengikuti geladi resik dan ibadah pemberangkatan di HKBP Pansurnapitu.
Dengan dipandu oleh Pendeta Ronald Pasaribu sebagai moderator, secara bergiliran mulai dari Ka Dep Diakonia, Ka Dep Marturia, Ka Dep Koinonia, Sekretaris Jenderal, dan diakhiri oleh Ompu i Ephorus, kelima pimpinan memberikan pembekalan yang sangat bernas bagi kami, 101 orang calon pelayan yang akan menerima tahbisan (33 CGr, 28 CBvr, dan 40 CDkn).
Dari yang saya catat, Ompu i Ephorus menekankan pentingnya kesadaran diri pelayan bahwa pelayanan dan gereja adalah sepenuhnya milik Allah. Para pelayan hanya orang-orang yang dilibitkan dan diikutsertakan dalam pelayanan gerejaNya. Oleh karenanya rasa syukur juga harus dimiliki para pelayan dalam menyikapi penglibatan tersebut.
Bapak SekJen mengingatkan pentingnya memahami tugas-tugas kependetaan yang diembankan kepada Guru Huria, Bibelvrouw dan Diakones sebagai rekan kerja Pendeta, supaya tidak ada kegamangan, miss-komunikasi dan konflik kepentingan karena tidak memahami tentang tugas yang hendak 'dibantu'.
Bapak KaDep Koinonia kemudian mengajak kami untuk ber-refleksi dan mensyukuri bahwa geliat bergereja di Indonesia masih tergolong tinggi dibandingkan negara-negara di Eropa. Hal ini harus disikapi sebagai sebuah dorongan agar melayani lebih sungguh dan menghidupi doa berkat yang akan disampaikan oleh Ephorus saat memberi tahbisan, yakni "gabe pangula na burju" atau pekerja yang baik.
Kolaborasi yang baik serta moralitas panutan menjadi poin penting dari pesan yang disampaikan oleh Bapak KaDep Marturia. Beliau juga, senada dengan Ompu i Ephorus mengingatkan tohonan sebagai anugerah yang harus disyukuri. Rasa syukur itulah kemudian yang mendorong para pelayan untuk menjaga tohonan tersebut dengan baik lewat moralitas dan kolaborasi pelayanan yang patut dipuji.
KaDep Diakonia lebih spesifik dalam memberikan pesannya. Beliau menekankan pentingnya sifat marpangontik atau hemat dalam diri pelayan. "Cukupkanlah dirimu dengan balanjo atau gaji yang ada padamu. Jangan berlebih", demikian pesan beliau. Sikap teladan yang dipesankan Paulus kepada Timotius berkenaan dengan 'kemudaannya' (1Tim4:12), juga ditekankan oleh beliau.
Setelah kelima pimpinan memberikan pembekalan, Pendeta Ronald, yang juga Kepala Biro Pembinaan memberikan resume dari apa yang telah disampaikan oleh para pimpinan sembari mengajak kami berdiri di tempat untuk menghayati dan meresapi pesan-pesan tersebut.
Pembekalan pun dilanjut dengan pembagian ID Card atau tanda pengenal sebagai pegawai HKBP dan pembagian jubah atau baju tohonan masing-masing yang akan dikenakan pada keesokan harinya dalam ibadah Minggu dan Penahbisan di HKBP Pansurnapitu.
Kiranya Tuhan menopang kami dalam persiapan dan pembekalan diri kami.
Setelah pulang, waktunya beristirahat yang cukup agar fit untuk mengikuti ibadah dan penahbisan dengan baik.
Tuhan kiranya memberkati dan memampukan.
Amin.
0 Komentar
Silakan beri komentar berisi saran, kritik maupun pertanyaan.