Gibran Rakabuming Raka atau lebih sering dipanggil Gibran Rakabuming, atau Gibran saja adalah Wakil Presiden Indonesia ke-14 menyusul kemenangannya bersama Presiden Prabowo Subianto pada Pemilu Presiden/Wakil Presiden pada awal 2024 lalu. Ada beberapa fakta menarik menyusul pelantikan Presiden dan Wakil Presiden yang baru, di mana salah satunya adalah terkait usia Wakil Presiden (Wapres) Gibran saat pelantikan.
Fakta menarik yang pertama tentang pelantikan Wapres adalah bahwa tanggal pelantikan Gibran adalah baru 19 hari setelah ulangtahunnya yang ke-37 tahun. Hal itu membuat pria kelahiran 1 Oktober 1987 itu menjadi Wapres termuda dalam sepanjang sejarah Republik Indonesia. Menyusul fakta menarik itu, ada fakta lain bahwa tanggal lahir Presiden Prabowo yang lahir pada 17 Oktober 1951 terpaut 16 hari dengan Wapres Gibran. Jarak usia di antara mereka berdua pun cukup jauh, yakni 36 tahun. Angka umur Presiden dan Wakil Presiden saat pelantikan pun cukup unik, Prabowo 73 tahun dan Gibran 37 tahun.
Menyusul fakta menarik tentang "kemudaan" Wapres Gibran saat pelantikan, ada harapan bagi anak-anak muda Indonesia agar lebih terlibat dalam perjalanan pemerintahan. Keterwakilan anak muda bukan hanya sebatas di pemerintahan daerah atau legislatif saja, tetapi sudah sampai ke salah satu titik puncak di mana perwakilan anak muda telah duduk di bangku Wakil Presiden. Gibran menjadi wakil anak-anak muda Indonesia untuk memikirkan dan melakukan yang terbaik bagi bangsa dan negara.
Seketika, setelah pelantikan Wapres Gibran, ada pergeseraan pemaknaan dan suasana. Peralihan dari Wapres terdahulu, Ma'ruf Amin yang usianya sudah tergolong cukup tua, kepada Wapres Gibran yang jauh lebih muda membawa perubahan yang cukup besar. Banyak adaptasi dilakukan, terutama oleh orang-orang yang akan membantu tugas Wakil Presiden Gibran, seperti misalnya para paspampres, ajudan, sekretariat dan yang lainnya. Tentu kebutuhan kedua Wakil Presiden berbeda. Selain itu, energi, passion, semangat pun berbeda. Bukan untuk mendiskreditkan Ma'ruf Amin, Wapres terdahulu, tetapi tentu ada perubahan tingkat energi yang signifikan antara dia dan Wapres Gibran. Perubahan dan perbedaan yang dimaksud tentu adalah dengan harapan adanya perkembangan menuju arah yang lebih baik dalam kepempinan negara.
Sebagai perwakilan tertinggi anak muda di Indonesia, Wapres Gibran akan memikul harapan, tanggung jawab yang besar bagi anak-anak muda bangsa. Terutama, di era digitalisasi berbagai hal, peran pemuda dalam pemerintahan menjadi semakin nyata dan konkret. Harapan penuh bagi Wapres Gibran agar ia mampu memakai sebanyak-banyaknya kesempatan untuk melibatkan para anak muda dalam pemerintahannya bersama Presiden Prabowo. Apalagi, tidak berlebihan jika mengatakan bahwa salah satu kekuatan yang memenangkan pasangan Prabowo-Gibran dalam Pemilu Presiden/Wakil Presiden lalu adalah semangat anak muda yang simpatik kepada Gibran sebagai Cawapres muda.
Dengan merangkul berbagai pihak, termasuk lawan politik pada pemilu lalu, pemerintahan Prabowo-Gibran diharapkan mampu menampung sebanyak-banyaknya aspirasi masyarakat, terutama oleh anak-anak muda yang "menitipkan" wakilnya sendiri yakni pada diri Wapres Gibran.

0 Komentar
Silakan beri komentar berisi saran, kritik maupun pertanyaan.