Segera setelah bertugas di ibadah Minggu di HKBP Paronan Nagodang — gereja yang memberangkatkan saya menjadi mahasiswa STGH HKBP — saya pun menunaikan tugas khotbah perdana sebagai Guru Huria di HKBP Lancat, tempat penugasan saya saat ini.
Merujuk pada nas Efesus 4:7-16, dengan topik minggu "teguh berpegang pada kebenaran", saya menjelaskan terlebih dahulu makna penggunaan metafora tubuh sebagai alat untuk menjelaskan tentang jemaat dalam posisinya terhadap Yesus Kristus.
Paulus dalam suratnya mengibaratkan jemaat sebagai tubuh Kristus dan Kristus sendiri sebagai kepala dari tubuh itu. Sebagaimana kepala dalam anatomi tubuh manusia adalah pusat kendali dari tubuh, demikian jugalah Paulus bermakud bahwa Kristus adalah pusat kendali dari jemaat sebagai tubuhNya itu sendiri.
Sebagaimana pula setiap anggota tubuh memiliki tugas masing-masing — seperti misalnya mata untuk melihat, telinga mendengar, dan sebagainya — demikianlah masing-masing anggota jemaat juga diberikan Allah karunia masing-masing untuk dilakukan di tengah-tengah jemaat itu.
Pendekatan Paulus dalam menjelaskan posisi jemaat di hadapan Kristus ini sangatlah relevan menurut saya. Itulah sebabnya, dalam khotbah saya, saya sangat hati-hati dan detil dalam menjelaskan analogi yang Paulus sajikan dalam Surat Efesus ini. Saya pun hati-hati dalam memperbandingkannya dengan konteks jemaat masa kini.
Namun yang pasti, tujuan Allah mengaruniakan berbagai karunia kepada masing-masing anggota di dalam jemaat adalah untuk merawat (pauliulihon) tubuh Kristus, yang adalah jemaat itu sendiri. Sebagaimana mulut misalnya mengolah makanan yang sehat untuk dikonsumsi oleh tubuh agar tubuh sehat dan kuat bekerja, demikianlah anggota jemaat mengusahakan agar jemaat atau tubuh Kristus sehat dan kuat dalam pelayanannya.
Untuk mengerjakan hal tersebut di atas, haruslah juga berpegang teguh pada kebenaran sebagaimana diarahkan oleh topik minggu Minggu XII setelah trinitatis ini. Oleh sebanya, kebenaran harus dijunjung tinggi dalam pelaksanaan tugas-tugas yang dikaruniakan oleh Allah kepada para anggota jemaat sebagai jalan untuk merawat jemaat itu.
Amin.
0 Komentar
Silakan beri komentar berisi saran, kritik maupun pertanyaan.