Makna dan Sukacita Natal di Tahun 2024

 

Tidak terasa, natal tahun 2024 akan segera tiba. Pada Minggu Adven III ini - di mana kita diingatkan bahwa kita memperoleh kasih karunia Allah - marilah kita merenunginya dengan menghidupi kasih karunia itu sendiri. Secara sederhana dengan hidup dalam kesadaran bahwa kita tidak dapat berbuat apa-apa jika bukan karena kekuatan darinya, kita boleh menghidupi kasih karunia itu. Demikianlah kiranya kita terus berjalan menyusuri hari-hari ini hingga tiba saatnya kita merayakan kepenuhan kasih Allah melalui kelahiran Yesus Kristus yang kita peringati pada 25 dan 26 Desember yang akan datang.

Pada minggu terakhir sebelum perayaan Natal, yakni pada Minggu Adven IV kita juga diterangi dengan tema yang sangat bernas yang mengarahka kita agar bangkit menjadi terang. Sejalan dan berkesinambungan dengan tema Minggu Adven III, kita menghidupi kasih karunia Allah lewat usaha kita untuk bangkit dan menjadi terang di tengah kehidupan sekeliling kita. Sebagaimana sebuah pelita yang memberi dampak lewat terangnya bagi ruang yang gelap, demikianlah kita kiranya membawa dampak bagi sekeliling kita. Usaha itu baiknya kita kerjakan pertama-tama di dalam keluarga kita.

Tema Minggu Adven III tersebut di atas kiranya menjadi semangat dan sukacita bagi umat Kristen di tengah kehidupannya sebagai umat 'minoritas' di Indonesia. Agar - walaupun bukan menjadi umat yang paling banyak di negara ini - umat Kristen tetap membawa dampak sebaik-baiknya dan sebesar-besarnya bagi kepentingan bangsa dan negara. Di tengah tantangan untuk hidup berbarengan dengan umat dari agama dan kepercayaan lain, kita mengharapkan keniscayaan bahwa Allah senantiasa menguatkan kita untuk bangkit dan hidup di dalam dan juga membawa terang Allah bagi negara kita ini.

Itulah kiranya menjadi makna terdalam bagi kita untuk menyongsong Hari Natal tahun ini. Kita juga berharap di tangan pemimpin yang baru saja dilantik dua bulan lalu, yakni Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, kehidupan antara umat beragama di Indonesia semakin terjaga dan harmonis demi keutuhan ciptaan Allah. Semoga semangat toleransi dan harmonisasi antar umat beragama yang telah diupayakan oleh Wapres Gibran selama menjabat Walikota Solo dapat diteruskan saat menjabat Wakil Presiden.

Selain menjadi terang di tengah kehidupan antar umat beragama, tidak kalah penting juga bagi umat Kristen agar menjadi terang bagi seluruh ciptaan Allah. Umat Kristen tidak hanya membawa dampak baik bagi sesama manusia, tetapi juga kiranya kepada ciptaan lainnya, termasuk bumi, alam, dan seluruh makhluk hidup. Kiranya keutuhan ciptaan secara menyeluruh juga menjadi tanggung jawab bersama umat Kristen sebagai jalan untuk memaknai sukacita Natal tahun ini.

Perhatian terhadap alam dan seluruh ciptaan boleh dilakukan oleh umat Kristen dari lingkungan terkecilnya. Bahkan, dapat dimulai dari mengerjakan hal-hal kecil, termasuk dengan membuang sampah pada tempatnya, dan menanam pohon dan tanaman di sekitar pekarangan rumahnya. Seperti firman Tuhan dalam Mateus 25:21 yang mengatakan jika kita setia dalam perkara kecil, maka kita juga akan diberi tanggung jawab dalam perkara besar, marilah kita mulai tanggung jawab menjaga keutuhan ciptaan itu dimulai dari perkara kecil, lalu berangkat menuju perkara yang lebih besar.

Jika berbicara tentang perkara yang lebih besar, tentu banyak persoalan ekologis yang dapat menjadi fokus perhatian kita, utamanya di wilayah Tanah Batak Sumatra ini, dan juga di wilayah lain Indonesia. Baiklah kiranya, setelah mampu mengerjakan perkara-perkara kecil di atas, kita memberi perhatian kepada perkara-perkara besar, seperti misalnya keberadaan praktik pembalakan liar, dan keberadaan perusahaan yang mencemari dan merusak alam di daerah kita. Dengan sekecil mungkin suara dan tanggung jawab yang ada pada kita, kita senantiasa berusaha menyuarakannya.

Pada kesimpulannya, ada dua tanggung jawab yang boleh kita lakukan sebagai umat Kristen untuk memaknai sukacita Natal tahun ini. Pertama, menjaga toleransi dan harmoni di tengah kerukunan antar umat beragama. Kedua, menjaga keutuhan ciptaan Allah, terutama lewat kesadaran akan pentingnya menjaga dan merawat bumi dan seluruh isinya sebagai tanggung jawab ekologis umat Kristen.

Mari, merayakan sukacita Natal dengan melakukan secara bersama-sama kedua hal tersebut di atas. Kiranya Tuhan senantiasa menopang dan menguatkan kita melakukannya. 

Selamat Adven dan Selamat Menyongsong Hari Natal. Tuhan Yesus Memberkati.

0 Komentar